Selamat datang!

Kabinet Kolaborasi Madani

Visi dan Misi

Tidak ada perubahan tanpa adanya tujuan jelas dan aksi nyata. Here we are.

92

VISI

Kolaborasi menuju UNJ madani untuk bumi pertiwi

70

MISI

  • Berkolaborasi dengan BEM Fakultas dan jurusan dalam rangka optimalisasi pelayanan terhadap mahasiswa pada aspek kemayarakatan, kemahasiswaan, dan birokrasi.
  • Gerakan kritis dan strategis berbasis kajian melalui digitalisasi media yang berkelanjutan.
  • Menumbuhkan aktivitas riset dan pengembangan mahasiswa melalui apresiasi dan publikasi ilmiah serta membudayakan iklim ilmiah dalam gerakan BEM UNJ.
  • Memperkuat eksistensi BEM UNJ yang mengakar dan kokoh sebagai motor penggerak dalam mengawal isu internal maupun eksternal kampus.
  • Mengadakan pengaderan siswa sekolah menengah atas atau sederajat sebagai usaha mewujudkan motto UNJ sekaligus meningkatkan citra UNJ.

Swara on Youtube

Official Channel

Press Release Swara

Our News Update

  • wpid-wp-1440123096404.jpeg

    KLASIK [ANGGARAN PENDIDIKAN]

    PRESS REALESE

    KLASIK [ANGGARAN PENDIDIKAN]

    Selasa, (12/04).

    KLASIK kali ini seperti biasa dilaksanakan di Sekretariat BEM UNJ dengan bertemakan Anggaran Pendidikan yang di bawakan oleh kepala divisi Kajian Departemen Pendidikan dan Penelitian BEM UNJ, Tesya Silvania (FIP 2012)

    Pemaparan materi dimulai dengan menampilkan data bahwa kondisi pendidikan Indonesia dimana 300 ribu sekolah berdiri dengan lebih dari 2 juta guru dan 40 juta jiwa. Dari data tersebut diperoleh permasalahan bagaimana sebetulnya anggaran untuk pendidikan di Indonesia?

    ⏺Standar Pembiyaan Pendidikan

    Landasan hukum yang mengatur tentang standar pembiyaan ini tertuang dalam:
    1. Peraturan Pemerintah no. 19/2005 Standar Nasional Pendidikan.
    Bab I pasal 1 ayat (10) dan bab IX pasal 62 ayat (1) s/d (5) tentang ruang lingkup standar pembiayaan.

    ⏺ Kebijakan pemerintah tentang pendanaan.
    1. UU no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 11 ayat 2. Pasal 12 ayat (1)
    2. Bab VIII tentang wajib belajar pasal 34
    3. Biaya Pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan minimal 20 persen dari APBD.

    Lalu bagaimana dengan alokasi dana pendidikan?

    ⏺Alokasi Dana Pendidikan.
    1. Peraturan mendiknas no. 69 tahun 2009 tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
    Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun.

    Adapun pengalokasian dana BOS tiap jenjang sekolahnya berbeda-beda.

    🔹SD/SDLB
    Memperoleh dana sebesar Rp. 580.000/siswa/tahun
    🔹SMP/SMPLB
    Memperoleh dana sebesar Rp. 710.000/siswa/tahun

    2. Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

    BOP terdiri dari sembilan komponen yaitu: pendaftaran siswa baru, penggandaan/pengadaan buku teks, bahan ajar dan LKS, pemberian insentif guru, pengembangan profesi guru, pembiayaan perpustakaan dan administrasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pengadaan alat peraga dan bahan praktikum laboratorium, pembiyaan ujian sekolah dan ulangan serta perawatan ringan sekolah.

    3. BKM (Bantuan yang ditujukan untuk siswa kurang mampu secara ekonomi)

    Diskusi berjalan cukup hangat ketika peserta kajian mulai mempertanyakan sistem uang pangkal sekolah. Memang BOS sudah meringankan beban biaya masyarakat tetapi ketika pertama masuk sekolah seringkali di hadapkan dengan biaya uang pangkal yang cukup tinggi apalagi di sekolah yang pernah menjadi sekolah RSBI, mengapa hal ini terjadi?

    Semakin sore suasana diskusi semakin menghangat. Dari permasalahan uang pangkal di sekolah, pungutan liar menjelang ujian semester yang mengatasnamakan pengadaan soal. Muncul lagi pertanyaan mengenai transparansi anggaran dana pendidikan karena sejauh ini Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak terasa keberadaannya karena kurang jelasnya transparansi dana tersebut. Lalu mengenai pengalokasian dana pendidikan yang kurang merata. Bagaimana solusi untuk masalah ini?.

    Selengkapnya
    bemunjorgKLASIK [ANGGARAN PENDIDIKAN]
  • kurikulum121206c-278356-polibrary.jpg

    KLASIK 3: Kurikulum Nasional

    BEM UNJ/05/04/2016) – Sejatinya pendidikan adalah urusan kita semua, sebagaimana tugas mendidik adalah tanggung jawab semua yang terdidik. Bertempat di sekret BEM UNJ, DIKLIT kembali mengadakan KLASIK spesial #Jelang2Mei dengan tema Kurikulum Nasional.

    SEJARAH KURIKULUM

    ✅Rencana Pelajaran 1947 (dalam bahasa belanda : leer plan) : kurikulum ini lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.

    ✅Rencana Pelajaran Terurai 1952: “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995.

    ✅Rencana Pembelajaran Terurai 1964: Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah.

    ✅Kurikulum 1968: Kurikulum 1968 Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.

    ✅Kurikulum 1975: Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).

    ✅Kurikulum 1984: Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting.

    ✅Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999: Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

    ✅Kurikulum 2004 (KBK): Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Setelah dirilis UU Nomor 20 Tahun 2003, KBK direvisi menjadi KTSP versi awal.

    ✅Kurikulum 2006: Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada.

    ✅Kurikulum 2013: perubahan-perubahan antara lain mengenai proses pembelajaran, jumlah mata pelajaran, dan jumlah jam pelajaran.

    LANDASAN KURIKULUM

    ✅Landasan Filosofis: Aliran Filsafat Perenialisme, Essensialisme, Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Sedangkan, filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Sementara, filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional.

    ✅Landasan Psikologis: Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar.

    ✅Landasan Sosial-Budaya: Dengan pendidikan, diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.

    LANDASAN HUKUM KURIKULUM

    ✅UUD 1945

    ✅UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 diganti menjadi PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendikbud Nomor 54 (SKL Disdakmen), 65 (Standar Proses Pendidikan Dasar & Menengah), 66, (Standar Penilaian Pendidikan) 67 (Kerangka Dasar & Kurikulum SD/MI), 68 (Kerangka Dasar & Kurikulum SMP), 69 (Kerangka Dasar & Kurikulum SMA), 70 (Kerangka Dasar & Kurikulum SMK), 71 (Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru dan Pendidikan Dasar & Menengah) tahun 2013 _SUBTANSI KURIKULUM_ Kurikulum merupakan sebuah pengalaman belajar yang dirancang untuk pelaksanaan pendidikan guna mecapai tujuan pendidikan. Isi dari kurikulum itu sendiri ialah :

    ✅Rasionalisasi, mengapa penting kurikulum tersebut

    ✅Konsep kurikulum, menjelaskan tentang landasan yang digunakan

    ✅Tujuan/sasaran kurikulum

    ✅Jadwal mata pelajaran, ini disesuikan dengan konsep kurikulum yang berlaku.

    ✅Estimasi waktu pembelajaran disesuaikan dengan jadwal pembelajaran dan mata pelajaran

    ✅7 standar lainnya (standar isi, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar keuangan, standar kelulusan, standar sarana prasarana, standar)

    Proses pembuatan kurikulum :

    1. 🏻Perencanaan Pembuatan kurikulum dibuat berdasarkan (tujuan pendidikan, kebutuhan masyarakat, kebijakan pemerintah) Sehingga dalam perumusannya, yang terlibat adalah ahli kurikulum, guru/dosen, ahli psikologis dan pemerintah
    2. 🏻Pelaksanaan Dalam pelaksananya kurikulum juga harus disertai dengan : – Pelatihan guru/dosen – Distribusi media pembelajaran Dan idealnya kurikulum berlaku selama 10 tahun
    3. Evaluasi Dalam evaluasi pemerintah harusnya melaksanakannya dengan berbagai kegiatan seperti :
    • Analisis keterlaksanaan kurikulum
    • Observasi
    • Pencarian data
    • Evaluasi Namun bisa dilihat sekarang, apakah kurikulum saat ini sudah sistematis dan memenuhi kriteria diatas?

    PERMASALAHAN KURIKULUM NASIONAL

    Permasalahan kurikukum seperti tidak ada habisnya, kurikulum menjadi bagian sangat vital dari pendidikan suatu negara karna menjadi sebuah pedoman keterlaksanaan pembelajaran. Namun saat ini kurikulum tak ubahnya hanya sebagai bahan proyek karn keterlaksanaanya yang mendadak dan sangat kurang persiapan. Ya, kurikulum 2013 dengan konsep yang sangat bagus dan penekanan pada pendidikan karkater membuat kurikulum ini unggul dari kurikulum terdahulunya namun pelaksanaannya justru membawa bencana, banyak guru yang belum paham sistem pelaksanaan kurtilas bahkan sistem penilaian yang juga rumit. Namun apalah daya dari kebingungan yang terlanjur basah menghapiri, pemerintah memutuskan untuk mengembalikan kurikulum 2006 bagi sekolah yang belum siap melaksanakan kurtilas. Terjadi dualisme kurikulum dalam 1 sekolah, membuat sistem dalam satu sekolah tidak serempak. Kini hadir isu bahwa kurtilas yang dipeding karan kurang matang kini hadir dengan tampilan baru dan isi yang lebih matang dan akan terlaksana di tahun 2018 secara serentak dan kurikulum itu bernama kurikulum nasional.

    Selengkapnya
    bemunjorgKLASIK 3: Kurikulum Nasional
  • Mengukur-Kecerdasan-Anak.jpg

    Dear You, Belajar Memahami Kecerdasan Pada Anak Yuk! (Bagian 1)

    Dear, calon bapak / ibu guru serta calon ayah / bunda.
    Tahu gak sih kalau setiap anak itu memiliki kecerdasan masing-masing? Kecerdasan yang spesial lagi istimewa.

    Ada anak yang jago main piano, ada anak yang mahir berhitung, ada anak yang pandai menyanyi ataupun ada anak yang memiliki skill bermain sepak bola dengan baik.

    Biasanya antara anak yang satu dengan anak yang lain memiliki kecerdasan yang berbeda-beda loh, dan inilah istimewanya.
    Yap! Setiap anak memiliki kecerdasan yang istimewa.
    Maka, kita nih sebagai calon guru atau calon orang tua nantinya harus memahami setiap kecerdasan yang dimiliki oleh anak.

    Dalam tulisan ini, kita akan mulai mencicil untuk belajar memahami kecerdasan anak.
    Kecerdasan anak yang banyak ini disebut sebagai kecerdasan majemuk. Pernah dengar?
    Itu loh pak Howard Gardner, tahun 1993 lalu menjabarkan teori mengenai kecerdasan majemuk, atau istilah bekennya Multiple Intelligences.

    Jadi, ada 8 kecerdasan yang dimiliki anak, diantaranya:
    1. Kecerdasan tubuh
    2. Kecerdasan relasi
    3. Kecerdasan musik
    4. Kecerdasan logika
    5. Kecerdasan imaji
    6. Kecerdasan diri
    7. Kecerdasan alam
    8. Kecerdasan aksara
    Diantara kedelapan kecerdasan tersebut, ada satu kecerdasan yang mendominasi si anak.

    Kita bahas satu-satu.

    KECERDASAN TUBUH
    Ada yang masih ingat dengan Susi Susanti? Yap! Atlet tunggal putri legendaris yang Indonesia miliki.
    Ada yang kenal Charlie Chaplin? Atau ada yang kenal dengan mas Didikniniktowo? Kenal-kenal?

    Susi Susanti, Charlie Chaplin, mas Didikniniktowo, adalah tokoh-tokoh yang memiliki kecerdasan tubuh sangat baik.

    Lalu kecerdasan tubuh itu apa?
    Jadi, kecerdasan tubuh itu, kemampuan untuk mengelola informasi dengan pancainderanya. Biasanya seseorang yang memiliki kecerdasan tubuh ini mampu mengekspresikan ide maupun emosinya dengan cara menggerakkan badan. Ekspresif!

    Anak yang memiliki kecerdasan tubuh peka terhadap keseimbangan, koordinasi tubuh, kekuatan, keluwesan, dan kecepatan tubuhnya.

    Bagaimana yak cara belajar si anak yang memiliki kecerdasan tubuh ini?
    Penting banget nih untuk calon bapak / ibu guru memahami cara belajar si anak dengan kecerdasan tubuh ini. Pastinya, si anak tidak bisa belajar dengan hanya dengan duduk di kursi, melainkan si anak harus menggerakkan seluruh tubuhnya.

    Ada 4 cara belajar anak dengan kecerdasan tubuh, yaitu:
    1. Anak belajar dengan melakukan gerakan yang terkait dengan pelajaran.
    2. Anak belajar dengan memegang obyek fisik untuk merasakan teksturnya.
    3. Anak memahami pelajaran dengan aktif terlibat dalam aktivitas fisik (bermain peran, permainan dll).
    4. Anak memahami pelajaran dengan mengikuti gerakan orang lain.

    Untuk calon bapak / ibu guru dan calon ayah / bunda, harus tau bagaimana cara memperlakukan anak dengan kecerdasan tubuh ini. Yang perlu digaris bawahi, penjelasan panjang lebar tidak akan baik diberikan kepada anak dengan kecerdasan tubuh.

    Perlakuan yang tepat untuk anak dengan kecerdasan tubuh, sebaiknya:

    1. Mengajar aktivitas fisik. Seperti yang tadi sudah dikatakan, penjelasan panjang lebar bukanlah hal baik untuk anak dengan kecerdasan fisik, memperagakan adalah solusinya. Setelah memperagakan, guru atau orang tua bisa meminta langsung si anak untuk menirukan. Kemudian anak diminta untuk menceritakan apa yang dirasakannya dan proses dari aktivitas tersebut.
    2. Memberikan kesempatan anak untuk bergerak. Orang tua atau guru bisa menyediakan ruang dan waktu untuk anak bergerak lebih bebas. Letakkan benda yang mudah pecah agar jauh dari jangkauan anak. Orang tua atau guru bisa memberikan batasan ruang untuk anak bergerak. Beri kesempatan anak bergerak, bersabar dan jangan banyak memberikan larangan pada anak.
    3. Ajarkan anak belajar dengan bergerak. Kebanyakan cara belajar lebih melibatkan indera penglihatan dan pendengaran. Bagi anak dengan kecerdasan tubuh, orang tua atau guru bisa mengoptimalkan proses belajar dengan mengajak anak melakukan gerakan. Misal, menjelaskan anggota tubuh dengan cara menunjuk atau menyentuh anggota tubuh.
    4. Mengajak ke tempat yang baru dan luas. Untuk mengisi waktu luang atau liburan, orang tua bisa mengajak anak ke tempat yang luas dan anak dapat menyentuh objek bermainnya, misal arena olahraga, arena bermain atau arena seni.

    Anak dengan kecerdasan tubuh, dapat melakukan latihan untuk mengembangkan kecerdasannya, asal sesuai yaa. Penasaran? Check this out!

    1. Bergerak ritmis. Bergerak ritmis bisa dilakukan dengan cara menari bebas, orang tua bisa memutar musik kesukaan si anak, dan biarkan anak bebas menari mengikuti ritme musiknya. Selain menari bebas, bergerak ritmis bisa dilakukan dengan cara meniru gerakan. Orang tua bisa meminta anak untuk meniru gerakan dari tokoh atau hewan. Kemudian orang tua bisa meminta anak-anak untuk mengulang meniru gerakan tersebut hingga menyerupai aslinya.
    2. Olahraga. Menggerakkan tubuh dengan cara olahraga ringan, mampu membantu mengembangkan kecerdasan tubuh pada anak, tidak perlu di arena olahraga, di dalam rumah pun sudah bisa melakukan olahraga ringan. Selain menggerakan tubuh, olahraga pun dapat dilakukan dengan cara gerak keseimbangan. Misal, orang tua dan anak bisa melakukan cara berdiri dengan satu kaki.
    3. Aktivitas yang bermanfaat langsung. Orang tua bisa mengajak anak untuk memperbaiki alat, misalnya memperbaiki mainnanya sendiri. Sehingga anak dapat merasakan, bahwa gerak tubuhnya dapat menimbulkan manfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Selain memperbaiki alat, orang tua juga dapat mengajak anak untuk membuat prakarya, origami misalnya. Aktivitas ini dapat membantu anak untuk merasakan tekstur berbagai benda, sehingga anak dapat mengasah kecerdasan majemuknya.
    4. Mengembangkan hobi. Anak yang memiliki kecerdasan tubuh, biasanya memiliki hobi dalam dunia olahraga maupun seni, sebaiknya orang tua mampu mendorong anaknya untuk menekuni hobinya tersebut.

    Nah itu tadi penjelasan singkat mengenai kecerdasan tubuh yang dimiliki oleh anak.
    Masih ada 7 kecerdasan lagi yang belum kita bahas dan pahami bersama.
    Kamu penasaran ya? Sama aku juga *lah.
    Jangan khawatir, ditulisan selanjutnya akan kita bahas kecerdasan relasi dan kecerdasan musik :)

    Sampai jumpa ditulisan selanjutnya!

    Salam,
    @rainyrens

    —————
    Referensi:
    *Notulensi Seminar Parenting “Anak Bukan Kertas Kosong” bersama Bukik Setiawan
    *Poster pengenalan 8 kecerdasan majemuk anak dari TemanTakita.com / @Takita

    Selengkapnya
    Diklit BEMUNJDear You, Belajar Memahami Kecerdasan Pada Anak Yuk! (Bagian 1)

Kabinet Kolaborasi Madani

  • IMG_2672

    Likes

    Teaching

    Bagus Tito Wibisono Ketua BEM UNJ

    Bagus Tito Wibisono, lahir di Jakarta, 27 Juni 1994. Lelaki yang kerap disapa bagus ini merupakan lulusan dari SMAN 2 Bogor dan sekarang menempuh perkuliahan di Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNJ. Sudah berkecimpung dalam dunia organisasi sejak SMP mulai dari PMR, Marching Band, sampai ekstrakurikuler olahraga seperti Futsal, Basket dan Volly. Pada masa SMA nya bahkan pernah menjadi Ketua OSIS, Ketua PMR bahkan Koordinator Wilayah Jawa Barat Forum OSIS Nusantara (FON). Selain prestasinya dalam organisasi, Ia juga pernah menjadi Juara 3 Lomba Cepat Tepat UUD RI 1945 tingkat Provinsi, Juara 3 Lomba Debat tingkat Provinsi dan juga menjadi utusan mewakili SMAN 2 Bogor dalam perlombaan Siswa Berprestasi Kota Bogor. Selain itu ia juga pernah menjadi Semi Finalis dalam Ajang Indomie Jingle Dare 2011 dan Juara 3 Festival Band Brimob Nasional. Di kampus, ia pernah tergabung dalam Community of Marine Conservation Acropora (CMC Acropora) yaitu sebuah komunitas pencinta laut dan biota di dalamnya, sebagai Staf Marine Development and Science, lalu Tank MIPA sebagai Staf Propaganda, dan juga BEM Jurusan Biologi serta FMIPA sebagai Ketua Umum.

  • IMG_2669

    Says

    "Bergerak Untuk Perubahan"

    Septian Dicky Pratama Wakil Ketua BEM UNJ

    Septian Dicky Pratama, lahir di Jakarta 20 September 1994. Menempuh masa-masa SMA nya di SMAN 96 Jakarta dan sekarang menjalani perkuliahan di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIP UNJ. Pernah mengikuti ektrakurikuler Pencak Silat di sekolahnya bahkan sempat mengharumkan nama sekolahnya dengan menjuarai beberapa turnamen tingkat kotamadya sampai provinsi. Di kampus, ia tergabung dalam relawan Comdev UNJ, Green Force UNJ, Musholla Al Fatah PGSD, Rumah Belajar Ceria, BEMJ PGSD dan BEM FIP sebagai Ketua Umum bahkan IKMA PGSD (Ikatan Mahasiswa PGSD) Indonesia sebagai Wakil Ketua. Di sela-sela organisasinya, dia juga banyak menoreh prestasi yaitu Juara II Lomba Debat Pendidikan Nasional di Makassar, Juara I Lomba Debat Pendidikan dalam acara Educompas PGSD dan akhirnya mendapat penghargaan di UNJ Award 2015.

Quotes

  • "Bergerak atau tidaknya mahasiswa, perubahan harus tetap hadir memberikan kebaikan di tengah masyarakat walupun caci maki mengiringi."

    Ronny Setiawan
  • "Berjalanlah pada pintu dimana kau memulai pertemanan, lalu ukirlah tentang keindahan jiwa"

    Irvandi Faishal

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas

Badan Eksekutif Mahasiswa UNJ merupakan Badan Eksekutif yang meliputi seluruh jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas.

  • FT
  • FMIPA
  • FIS
  • FIP
  • FIK
  • FE
  • FBS
bemunjorgHomepage